CINTA SESAAT
Cinta
adalah C,I, N, T, A. semua orang pasti memiliki cinta. Cinta kepada tuhan dan
rasul-Nya,cinta orang tua dan cinta Negara. Biasa anak muda sekarang kalo sudah
CINTA pasti pacaran, ya itulah cinta kepada sesorang yang kita sukai. Pertama kali
pacaran saya di saat SMP, itu juga Cuma sekali. Setelah SMP masuk SMA, saat SMA
saya juga pacaran, saya tidak sebutkan siapa orang nya (hahahaha). Saat lulus
SMA saya kuliah dan saya masuk perguruan swasta yang cukup terkenal (Universitas
Gundarma). Saat kuliah saya juga pacaran, tapi Cuma sebentar. Entah kenapa saya
jadi tidak mau pacaran lagi, bukan karena disakiti atau menyakiti.
Saya mempunyai 3 orang adik, adik
saya yang terakhir saat ini masih SMP, sejak awal saya mengantarkan adik saya
MOS di SMP barunya, disitulah tumbuh perasaan cinta yang berbeda dari yang
sebulumnya. Saat itu, saya anter-jemput adik saya saat MOS, saya menunggu adik
saya pulang disalah satu tukang jus buah. Pada hari pertama saya di tempat jus
buah, saya baru menyadari pesona seorang perempuan penjual jus buah itu, saya
banyak mengobrol dengan nya. Dia sangat cantik, baik, sopan, dan ditambah dia
berhijab. Dihari pertama saya sangat senang sekali bisa berbeicara dengan nya.
Dihari kedua, saya kembali bertemu
dengan nya. Saat itu kami mulai semakin akrab. Setiap candaan yang membuat nya
tersenyum selalu saya perhatikan dan ingat sampai sekarang. Dan disaat itu saya
mencoba menanyakan tentang hal dia, saya bertanya ‘apa mba sudah menikah?’, dan
dia menjawab ‘sudah, malah sudah punya 2 anak’. Disaat itu saya merasa patah
hati(hahaha).
Saat dirumah saya selalu memikirkan
dia, mungkin saya sudah terlanjur suka dan saya merasakan hal yang berbeda
dengan dia. saya tidak pernah merasa sebahagia ini. Setiap hari saya selalu
ingin bertemu dengan nya.
Dihari ketiga, saya masih mengantar
adik saya MOS dan saya kembali bertemu dengan perempuan itu(hehehe). Semakin lama
kita semakin mesra(hahaha), bahkan dai sudah tau apa yang akan saya pesan. Saat
pertemuan ketiga ini saya akan diperkenalkan dengan suaminya(hmmm). Saat bertemu suami nya kita
biasa saja. Seperti orang berkenalan, suami nya tidak lama bertemu di tempat
jus, dia langsung pergi(hahaha).
Dihari keempat saya kembali bertemu
dengan dia. dihari keempat ini saya semakin suka dengan dia. saya mencoba
menyatakan perasaan saya. Saya bilang ‘mba saya ngak tau kenapa suka nyaman aja
sama mba, saya suka sama mba”, lalu dia menjawab “iya saya tau pasti kamu mau
bilang itu, kamu kan udah tau saya sudah menikah dan punya anak”, lalu saya
kembali bertanya ‘lalu bagaimana supaya saya bisa lupain mba?’, dia menjawab ‘ya
jgn kesini lagi, kalo ketemu terus kamu makin suka’. Saat itu lah saya mencoba
untuk tidak bertemu dengan dia lagi.
Entah sudah hari
keberapa, saya masih tetap main ke tempat dia. kita tetap bercanda-canda bahkan
semakin asyik. Tapi saya tetap berusaha untuk mencoba tidak bermain lagi
kesana. Saat pertemua ini saya merasa tidak semangat. Hampir sebulan berlalu. Saya
masih memikirkannya, yang saya rasakan saat bertemu dia sangat berbeda dari
perempuan lain. Saat kenal dia saya selalu berusaha bersika baik. Termaksud rajin
sholat seperti yang dia suruh, pesan terakhir dari dia adalah “jodoh, rejeki,
maut sudah ada yang mengatur, kamu jalanin aja hidup dengan baik, jangan lupa
sholat, belajar yang bener. Kalo udah sukses pasti banyak kok perempuan yang
deketin.” Sejak saat itulah saya tidak bertemu dengan dia lagi. Saya mulai
berfikir kenapa saya tidak memikirkan tentang masa depan saya dan kesuksesan
orang tua saya. Saya sangat belajar dari kisah ini tentang cinta kepada seseorang.
Jika kita cinta atau suka dengan seseorang, lakukan lah hal baik dengan dia.
dan jangan pernah menyakiti orang yang kita suka. Karena perpisahan yang saya
rasakan sama hal nya seperti ditinggalkan sesorang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar