Nama lengkap Muhammad Rezha,
biasa dipanggil Reja. Lahir di Jakarta pada tanggal 16 Januari 1994, diusianya
sekarang 21th dengan tinggi badan 160cm dan berat badan 50kg, tinggal di
Jakarta Timur, jenis kelamin laki-laki, beragama Islam, hobby badminton / fitness
/ berenang, makanan favorit adalah siomay, ketoprak, ayam rica-rica dan cakwe,
saya mempunya penyakit aneh yaitu saya tidak suka nasi. Entah kenapa saya tidak
suka nasi saya pun tidak tahu,saya hanya merasa tidak enak dimulut saat makan
nasi. Sodara saya pun juga ada yang seperti saya, mungkin karena dari sodara
saya jadi tidak suka nasi seperti mereka. Namun, saya sangat suka lontong.
Padahal lontong pun seperti nasi. status belum menikah, golongan darah O, dan
anak ke-2 dari 5 bersaudara (Risya Anggraini, Muhammad rezha, Muhammad Zahir,
Zarina Nuraini, dan Muhammad Raihan). Saya dan kembaran saya Muhammad Zahir
sangat mirip waktu kecil, kita selalu memakai baju yang sama saat ada momentum
tertentu. Bahkan sampai SD pun kita selalu memakai baju yang sama. Namun
sekarang sudah jauh berbeda tidak selalu sama lagi. Bahkan sekarang saya dan
zahir tidak dibilang mirip saat sudah dewasa sekarang ini. Saya sejak lahir
dibesarkan oleh orang tua saya yaitu Sufiyazir (ayah) dan Maimunah (ibu). Saat
masuk TK saya sangat malas, bahkan ibu saya menunggu didalam kelas untuk
menemani saya. Tak lama masa TK berlangsung saya pun berhenti. Dan saat saya masuk
Sekolah Dasar pada tahun 2001-2006 di SD N Balekambang 01 Pagi Jakarta Timur.
Saat duduk dikelas 1 SD sempat tidak naik kelas karena tidak minat sekolah. Sejak
saat itu hampir berhenti sekolah karena malas dan takut. Saat duduk dikelas 5 –
6 SD menjadi panitia upacara yaitu sebagai pengantar teks pembacaan Pancasil. Ada
cerita menarik saat duduk dikelas 5 - 6 SD, yaitu bermain petak umpat sampai
pinggir kali ciliwung. Satu kelas dihukum karena bermain pada waktu jam belajar
sudah dimulai. Dan saat itu sedang popularnya smackdown, salah satu teman saya
menjadi korban smackdown saya hanya bermain pukul-pukulan saja, tetapi teman
saya ada yang membanting temannya sendiri hingga kepalanya benjol.
Saat lulus SD dan masuk ke
SMP N 126 Jakarta Timur pada Tahun 2007-2010. Saat duduk dikelas 1 SMP
bertempat disekolah yang dicawang, hari pertama masuk saya sudah menyasar dan
kebingungan. Saat duduk di kelas 2 SMP yang
bertempat di condet, saat itu sempat melewati masa suram anak remaja yaitu
membobol sebuah warung. Warung yang dibobol terjadi saat bulan puasa tepat nya
jam 23.00 Wib. Hari pertama berhasil membobol warung dengan mengambil 5 botol
coca-cola, di hari kedua kurang lebih 8 botol coca-cola dan sprite berhasil di
curi, di hari ketiga 8 botol berhasil diambil, namun warga sekitar melihat kita membawa minuman
botol curian. Dihari ketiga itulah dihakimi warga setempat. Saat dihakimi warga
kita habis dipukuli dan ditendangi, saat pak RT datang kami ditanya tinggal
dimana,lalu kami menjawab kami tinggal di kampong sebelah yang sedikit jauh
dari tempat kejadian. Awal nya saya yang banyak bicara saat diintrogasi, saya
dikira mabuk dan akan dibawa ke kantor polisi, sementara teman – teman saya
yang lain akan dibebaskan. Bukan hanya itu saja saat dikantin sekolah pun saya
melakukan hal tidak baik, seperti membeli gorengan dengan jumlah yang lebih
dari harganya, masih ada masa – masa buruk saat saya SMP. Saya pernah mencuri
saat di bazar atau pasar malam. Saya pernah ikut tawuran saat bulan ramadhan. Tapi
dikelas 2 SMP inilah saya pertama kali berpacaran. Pertama kali saya mempunyai
handphone saya merasa menjadi anak ABG karena saat itu lagi asik-asiknya dekat
dengan sesorang. Saat duduk di kelas 3 SMP pergaulan saya mulai membaik dan
kejalan yang benar karena berteman dengan seorang arab yang baik dan pintar.
Saat pertemanan itu terjalin timbul niat untuk masuk pesantren karena saat
berteman dengan si Arab itu selalu dekat dengan Agama, Namun sayang ternyata
kita berbeda mashab dan aliran. Keluarga saya marah karena saya mulai terlihat
berbeda terutama dari cara sholat yang tidak diajarkan oleh keluarga saya.
Akhir nya saya memutuskan untuk tidak ikut ajaran teman saya itu. Bukan berarti
memutuskan silaturahmi, kita tetap sahabat. Saya sangat beruntung bisa berteman
dengan dia. Karena dia menjadi perantara pintu taubat saya.Dan niat saya ingin
masuk pesantren saat lulus SMP nanti namum tidak di izinkan oleh orang tua
karena takut saya tidak kuat.orang tua saya beranggapan saya ini sudah terhasut
teman saya yang sangat mendalami agama. Orang tua saya takut saya menjadi
berlebihan dalam beragama, seperti ikut aliran – aliran kesar dan ikut demo –
demo. Oelh karena itu lah saya menjadi suka makan nasi. Karena saya selalu ikut
pengajain dan mendapat berkat nasi. Dengan penuh niat dan do’a saya bertekat
untuk makan nasi. Dan pertama kali saya makan nasi dengan lauk ayam goreng. Dan
setelah rajin ikut maulid nabi Muhammad saw saya pun memaksakan diri untuk
memakan nasi kembuli yang dibagikan setelah acara maulid tersebut. Dan sampai
sekarang saya sudah makan nasi. Namun ada makanan yang saya tidak sukai yaitu
ikan dan sayur – sayuran. Saya juga masih merasa tidak enak jika makan nasi
dengan yang berkuah.
Saat lulus SMP dan masuk ke
SMA Adi Luhur Jakarta Timur di Tahun 2011-2013. Sempat menjadi ketua kelas saat
kelas 1 SMA dan menjadi anggota OSIS yaitu Osis Keagamaan dan menjadi petugas
upacara yaitu sebagai pembacaan Do’a. saya terpilih menjadi ketua osis kerana
saat masa MOS saya menuliskan cita – cita ingin menjadi presiden. Dan akhir nya
saya dipilih untuk menjadi ketua kelas. Naik ke kelas 2 SMA menjadi Ketua OSIS
selama 1 tahun ajaran sekolah. Awal mula saya menjadi ketua osis adalah
dicalonkan oleh pengurus osis, saya tidak berminat karena tidak punya bakat
apa-apa untuk menjadi ketua osis. Karena sudah dicalonkan saya dan team sukses
saya berusaha untuk memberikan kampanye yang terbaik dan dapat diterapkan. Hari
pertama kampanye saya kebingungan karena belum membuat sepanduk untuk kampanye,
dan akhirnya saya hanya memakai kertas karton besar dan bertuliskan visi dan
misi saya. Saat masa kampanye sepertinya team saya tidak merasa kesulitan saat
dihadapkan pada senior. Dengan tenang saya bisa menjawab pertanyaan -
pertanyaan yang diberikan. Hari terakhir kampanye ternyata pengambilan suara
untuk calon ketua osis dan wakil ketua osis. Dan dihariitu juga langsung
diumumkan. Saat itu saya lagi duduk dikelas sambil bermain handphone. Saya
merasa tegang dengan hasil suara yang baru saja selesai. Saat bel masuk
berbunyi panitia pun pemilihan ketua osis dan wakil ketua osisi pun ikut masuk
kekelas masing – masing. Dan teman saya yang saat itu panitia pemilihan ketua
osis dan wakil ketua osis itu mengatakan dihapan satu kelas bahwa Muhammad
Rezha terpilih menjadi ketua osis. Disitu saya langsung tersenyum tidak
percaya, karena saya tidak mempunyai bakat apa – apa untuk menjadi ketua osis. saat saya ketua osis saya hanya membuat suatu acara Pensi / Pentas
Seni di sekolah SMA Adi Luhur Jakarta Timur. Saat kelas 3 SMA berhenti menjadi
Ketua Osis dan mendapat panggilan dari Gelanggang Remaja Jakarta Timur untuk
ikut lomba da’i Sejakarta Timur dan lolos ke 10 besar. Saya lolos ke 10 besar
karena ceramah asal – asalan dari rekaman dan ternyata diterima oleh juri.
Lomba tersebut bertempat di Masjid Agung At-tin. Saya juga pernah menjadi
vokalis marawis SMA Adi Luhur. Setiap ada acara yang berhubungan marawis saya
dan teman saya yang bisa marawis menjadi pelatih mereka. Saya juga pernah
menjadi ketua acara Bakti Sosial saat Jakarta kebanjiran pada 03 – 11- 2012.
Pada tahun 2014 melanjutkan pendidikanya
diperguruan tinggi swasta di Universitas Gundarama fakultas Ilmu Komputer dengan
jurusan Sistem Informasi. Sebelum nya ingin kuliah di Universitas Pancasila
namun tidak lolos seleksi tes jurusan. Saat tes masuk di Universitas Gunadarma
ada hal yang tidak menyenangkan,yaitu saya terkena razia untuk pertama kalinya.
Saat terkena razia saya sangat takut dan grogi. Polisi nya sangat tegas dan
galak. Saat itu saya belum mempunya SIM dan saat itu juga Pajak dan STNK motor
mati, saya dibentak dan diancam oleh polisi itu untuk menyerahkan motor dan
STNK nya, namun saya mencoba pelan – pelan merayu polisi itu untuk damai.
Karena baru pertama kali ditilang saat polisi itu bertanya saya ada uang
berapa, saya jawab dengan polos dan jujur saya ada uang 200.000 dan secara
spontan saya pun memberikan uang 200.000 kepada polisi tersebut. Sampai di
Universitas Gundarma saya sangat sedih dan galau karena uang saya habis untuk
damai pada polisi. Dengan tidak penuh konsentrasi saat tes masuk saya tetep
mengerjakan soal tes masuk tersebut. Dan alhamduillah saya diterima di fakultas
ilmu computer di jurusanSistem Informasi Universitas Gunadarma. Saat pertama
kali masuk Universitas Gunadarma saya sangat malu karena ada ospek harus botak,
dan untuk pertama kali nya saya cukur rambut botak 1cm. namun saat masa – masa
berkuliah saya sangat senang sekali bisa melanjutkan sampai ke perguruan tinggi
ini. Dengan pehaman saya tentang komputer saya merasa tidak salah jurusan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar